Friday, May 16, 2008

Mereka yang tetap ceria


Namanya fazdri, azizah, Nur, alfa, Mahfud, Dede...dan masih banyak lagi. Tidak beda dengan anak2 yang lain, mereka ceria, ingin tahu segala hal, nakal, dan tentu saja cerdas. Tapi, mereka tak seberuntung anak-anak lain mungkin. Tiada orang tua, tiada ibu ataupun ayah, mereka anak-anak yatim piatu yang tinggal bersama dengan sepasang bapak dan ibu yang sangat baik dan memperlakukan mereka seperti anaknya sendiri. Di rumah sang ibu yang mereka panggil Umi itu, mereka bak keluarga besar, yang diisi oleh keceriaan dan rasa kekeluargaan yang kental.

Demikianlah, aku berkenalan dengan mereka, anak-anak Tuhan. Berawal dari seorang teman baik yang secara suka rela memberi les gratis di waktu luangnya, aku pun bergabung. Jadilah kami berdua kakak-kakak mereka yang baru, yang sesungguhnya malah belajar banyak dari mereka.

Adakah teman-teman yang ingin membagi sesuatu seperti buku atau yang lain?

Wednesday, May 14, 2008

30 April terbingkai "a"


pertemuan yang tak disengaja
singkat namun kaya makna
lepas namun miskin prasangka
kau berkata seperti mengenalku berabad lamanya
lalu, obrolan kita mengalir penuh tawa

tak terasa
oto sampailah di ibu kota
dua setengah jam bak lima menit saja
masing-masing kita berharap bertemu di tempat yang sama
lalu, dimulailah sebuah cerita

Friday, April 25, 2008

Lanskap Segelas Yoghurt


Segelas lychee special yoghurt juice yang tersaji di meja makan menampakkan lelehan embun di sisi-sisi gelas. Di sampingnya sepiring kentang goreng dan sosis diiris-iris. Itu kombinasi yang paling ku gemari. Meskipun ada pilihan lain, seperti strawberry dengan kue-kue, keju, atau bahkan bakso.

Di Bandung, dalam seminggu aku bisa tiga kali ke tempat ini. Bahkan sesekali aku membawa teman-temanku dari luar kota untuk mencicipi. Meskipun kadang mereka telah memiliki referensi tempat sejenis, aku selalu menciptakan kondisi dimana mereka mau tidak mau harus mencoba tempat makan yang satu ini. Alasannya, pertama karena aku suka. Kedua, karena aku memang suka. No bargaining.

Di bawah pohon besar "Yoghurt Cisangkuy", aku mengambil sebutir lhycee dan mengunyahnya sambil menikmati rasa masamnya.

Aku lupa benar, kapan aku mulai menyukai lychee special yoghurt juice. Belum lama, sepulang kuliah biasanya aku sering berkumpul dengan teman-teman disini. Membicarakan tugas, persiapan penelitian, isu-isu mutakhir, hingga soal pribadi.

Ada rasa masam dan manis yang dingin serta bonus empat buah lychee dari dalam gelas seperti harta karun yang menyembul keluar dari dasar lautan yoghurt. Seperti kehidupan, tampaknya kombinasi rasa ini mewakili ruang-ruang dalam diri. Aku ingin menahan rasa masamnya di lidah selama mungkin seperti aku menahan rasa dari simpul-simpul sarafku. Karena tegukan pertama lychee special yoghurt juice ini telah membangkitkan sesuatu yang pernah aku kubur dalam-dalam. Aku harus menahannya supaya ia tak memberontak dan tak terkendali.
Dan untuk itulah aku harus datang sesering mungkin untuk menenangkannya.

Tegukan terakhir, temanku menyodorkan tulisannya. "Oya, aku lupa kalau kita disini untuk berdiskusi ya? Maafkan". Cakrawala tertutup rerimbunan daun dan dahan pohon sore itu.