Friday, August 17, 2007

Anjirr gw terperangkap

Besok hari Ultah RI yang bahkan ke berapa gw lupa....hueehehee....lupa, lupa es...beneran! Nah padahal libur panjang, pasti banyak orang jakarta berlibur entah kemana, tapi gw yakin paling2 larinya ke Bandung...Hihihi, mampus tuh bandung nggak berentinya macet. Secara, gw sekarang jadi orang jakarta titipan..

Gw sebenernya ngantuk n capek banget. Hmmm sore tadi entah ide dari mana, tapi yang jelas Roni kayaknya yang klo kerja bukan pake mulut doank, dia ngajak main bola...Mungkin maksudnya daripada liat orang lomba-lomba 17-an, kenapa kita nggak bikin acara sendiri aja. Ok deh, kita beli bola plastik aja, lanjut. Yah, jadilah lapangan mini dadakan n darurat di depan kantor yang berumput papinblok n luas cuma kira2 15x10 m persegi...huahaha...dipinggir jalan besar pula!

Udah deh, 6 orang (3 senior vs 3 junior) tak punya malu main di depan puluhan pasang mata yang lagi terjebak macet...Pas pula, kadang bola nyelonong ke jalan raya, masuk kolong mobil, kadang nyeberang jalan...:)) Agak nggak enak juga sih ama orang2 yang lewat, tapi mau gimana lagi, nggak ada lapangan sih! Mau main futsal udah nanggung waktunya. Lagian sambil nunggu macet mending liat kami main bola khan? huehehehehe...Seru, udah mirip timnas kok...

Setelah Magrib.
"Wahh sorry gw balik nih malam ini...."
"Balik kemana Cho?"
"Ya ke Lampung lah...."
"Serius loe???? :(?" Kataku.
"Ya iya lah...." dengan lagak bencongnya.

"Waduh rif gw juga nih, kayanya gw mau ke karawaci mlm ini..."

"Gw juga, mau ke Pinguin dulu nyari Monopoly titipan"

"Anjrit, jadi gw sendiri niy disini???"Dan itulah, dimulai satu babak aku harus tepekur sendiri di sangkar emas ini. "Damn, awas loe orang ya, kalau project ini selesai akhir agustus gw mau hura2...main sepuasnya...! Sana, pergi, pergilah kalian." Sekarang tinggal gw bikin sprite-susucoklat diiringi lagu a whiter shade of pale plus sebuah gitar biar nggak mati bengong.

Inilah jakarta bung, meskipun semua ada...kadang loe ngerasa sepiiiii banget nget...
Besok gw kemana ya?

Thursday, August 16, 2007

Sang Jenderal di Ujung Senja


Tadi malam dalam sebuah makan malam kecil di kawasan SCBD, seorang purnawirawan jenderal TNI bercerita banyak tentang sebuah unit kecil yang pernah ia pimpin di masa lalu. Unit kecil yang terkenal terbaik di tanah air ini, tapi dengan tugas yang besar karena area yang harus ia jaga mencakup seluruh wilayah NKRI, dibentuk, dan dibina, dengan semangat dan biaya yang tidak sedikit. Unit ini cukup berhasil menjadi faktor deterrence ditengah keterbatasan teknologi dan alat utama sistem pertahanan kita.

Namun, kali ini saya ingin melihat dari sisi lain, ketimbang sisi heroiknya waktu ia memimpin unit tersebut. Saya ingin bercerita tentang seorang bapak tua yang di masa ujung usianya, dalam kesederhaan, dan idealisme yang masih kental, harus bergelut dengan "cap" sebagai pelanggar HAM berat. Pada sekilas pandangan ia tampak sederhana karena sebagai seorang mantan pejabat tinggi di militer beliau masih menyetir mobil sendiri, apalagi posisinya dahulu adalah seorang pimpinan lembaga intelijen yang ditakuti di tanah air dan saya tidak ragu apabila beliau masih memiliki pamor di kalangan militer. Namun malam itu beliau hanya ditemani mantan anak buahnya dulu yang sekarang patah pinggul kaki karena terjun bebas dari hellicopter ketika operasi pembebasan sandera WWF di Mapenduma Papua tahun 1996 yang lalu. Dari sisi ini saya kemudian berpikir, dengan predikat pelanggar HAM pun sang jenderal tetap manusia biasa, diantara orang-orang yang lalu lalang beliau tak tampak sebagai seorang mantan pejabat yang ditakuti. Bahkan dengan membawa mantan anak buahnya tersebut menunjukkan bahwa ia cukup punya perhatian terhadap orang terdekat yang kekurangan.

Bagi saya pribadi, dengan begitu jangan2 beliau hanyalah korban dari sebuah sistem yang rusak? Tuntutan jabatan dan pekerjaan serta kondisi yang membuat seseorang harus dalam hitungan detik mengambil keputusan besar, apalagi ini soal nasib sebuah bangsa. Ataukah ini sebuah kisah pementasan drama belaka yang memerlukan aktor antagonis dan kambing hitam?...Hmm siapa pula yang tau...

Tuesday, August 14, 2007

Jalur dan jadwal pendakian Semeru

Seorang perempuan yang entah datang darimana, yang dengan bukti-bukti cacatan perjalanannya membuatku percaya, yang dengan angkuhnya pernah menaklukan mahameru tiga kali berturut-turut dalam tiga bulan, yang pernah menikmati kecantikan rinjani, yang bercengkrama dengan bekunya daun-daun lawu, yang dengan gagah berani menerobos lautan pasir bromo, yang dengan keberanian baja tersenyum di puncak argo puro, yang pernah menyelam di sela-sela karang bunaken, yang pernah mengayuh sampan di deretan pulau karimun jawa, yang dengan cerianya mengotori kebangganku karena dia ternyata pernah berkemah di hutan waykanan selama 3 hari, yang dengan kerdipan matanya pernah menghirup pagi hari di ujung pangrango....terima kasih...cerita-ceritamu membuatku mengecil....O sang waktu, berpihaklah padaku....